Rabu, 18 September 2013

mendidik anak cara rasulullah ketika masih balita

Nabi adalah figur teladan yang bisa menjadi contoh, termasuk dalam pendidikan anak. dari beliaulah seharusnya kita belajar mendidik anak cara rasulullah. yang pasti dalam pendidikan tersebut, nabi selalu mengajarkan nilai tauhid sejak dini. yang jelas dan pasti pendidikan awal adalah mengenalkan Allah pada anak sejak dini.

salah satunya adalah dengan sering bercerita bahwa Allah lah yang menciptakan ibuk, bapak dan semuanya. selain itu sering juga diajak dalam aktivitas ibadah seperti sholat. sekali-kali ketika bapak sholat, sang ibu mendampingi dibelakang sambil mencoba mengatakan Allahu akbar biar ditirukan si anak. begitu juga bergantian, ketika ibuk sholat sang ayah dan anak ikut dibelakangnya. nanti ketika sudah agak besar, sang anak sering diajak sholat berjamaah di rumah atau kadang diajak ke masjid. Demikian adalah cara terbaik, karena sebaik-baik pendidikan kepada anak adalah pendidikan agama. salah satunya mengenalkan Allah sejak dini.

Sabtu, 07 September 2013

cara menghadapi anak yang malas belajar

keinginan belajar sang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Bila situasi keluarga sejak kecil mendukung anak untuk belajar, maka biasanya dalam perkembangan selanjutnya si anak pun juga punya motivasi belajar tinggi. Sekarang bagaimanakah menciptakan situasi keluarga yang rajin belajar ?

salah satunya adalah membuat kesepakatan dalam keluarga, untuk meluangakan waktu yang digunakan belajar. Misalnya dengan membuat peraturan bahwa setiap malam jam 19.00 s/d jam 21.00 tidak ada televisi yang hidup. Semua harus belajar dan semua harus memegang buku masing-masing.  Saling bertanya apa yang tidak diketahuinya.

Jika kondisi seperti itu dibiasakan sejak kecil, maka tidak menutup kemungkinan si anak akan menjadi terbiasa. Ini adalah formula jitu cara menghadapi anak yang malas belajar, yaitu dengan membuat kebiasaan sejak kecil. Biasakan dalam keluarga untuk meluangkan waktu yang digunakan untuk belajar bersama. Dengan melakukan hal seperti itu, selain mengajari anak untuk rajin belajar, hal ini juga mengajari anak untuk tetap konsisten, disiplin dan menghargai waktu. Semoga tulisan sedikit ini bisa bermanfaat untuk anda dan bisa dipraktekkan

Jumat, 06 September 2013

cara mengajari anak membaca sejak dini

Anak adalah amanah dari Allah. bicara tentang mengajari anak membaca sejak dini, saya rasa ini adalah sangat penting. memang ada sebagian orang yang berpendapat bahwa anak jangan diajari dan dibebani dengan pelajaran. biarlah mereka bermain sesukanya. tetapi menurut opini saya membaca adalah pokok dalam pengajaran.

seperti dalam sejarah nabi, bahwa ayat yang pertama adalah IQRO" yang artinya adalah bacalah. perintah membaca adalah perintah pertamakali dari Allah. oleh karena itu alangkah lebih baik, dalam mengejawantahkan ayat ini adalah mari kita mengajari anak supaya bisa membaca sejak dini.

ada banyak cara mengajari anak membaca sejak dini, salah satunya dengan metode  card. metode ini dilakukan dengan menyiapkan huruf-huruf dalam sebuah card, kemudian orang tua membacanya berulang-ulang kepada putra-putrinya. bisa juga mengajari huruf-huruf A-Z secara berulang-ulang, sehingga anak kita terbiasa dengan tulisan-tulisan tersebut.

cara agar anak mau makan sendiri

ini adalah pengalaman menarik dari kami dalam hal mengajari supaya anak mau makan sendiri. Terus terang kami belajar dari kesalahan yang kami lakukan. Sudah menjadi tradisi dalam lingkungan kami bahwa mendulang /member makan pada anak kecil itu sambil bermain. Jadi ketika si kecil bermain, si ibu membawa makan sambil menyuapi si buah hati. Ternyata ini adalah kesalahan umum yang banyak dilakukan orang tua.
Ketika itu anak saya tidak mau makan. Mau makan dan mau menguyah makan adalah ketika dia sedang bermain. Jadi kalau tidak sedang bermain, dia juga tidak mau makan. Akhirnya yang repot adalah orang tua. Setelah kami konsultasikan pada dokter anak tentang tumbuh kembang bayi, ternyata itulah kesalahan kami. Sejak kecil kami selalu mensuapi anak kami saat bermain.
cara agar anak mau makan sendiri menurut dokter tersebut adalah, biasakan makan bersama di suatu tempat tertentu. Misalkan di ruang makan. Ketika itu semua harus makan, dan si kecil juga harus diberi piring yang berisi makanan. Pada saat semua makan, biarkan saja si kecil beraktivitas dengan piring serta sendoknya. Biarkan walau makanan jadi kocar-kacir. Ini adalah sebuah pendidikan untuk anak bahwa makan itu harus pada tempatnya. Pada saat yang sama si kecil pun melihat orang tua juga orang disekelilingnya makan, maka secara tidak langsung ini juga mengajari si kecil bagaimana makan dengan benar. Sejak saat itulah kami sadar kesalahan kami.
Sejak saat itu kami menSTOP dalam mensuapi makan kepada si anak saat bermain, karena itu mengajari cara dan pola makan yang tidak benar. Mari mengajari si kecil untuk mulai makan dengan benar dan juga di tempat yang benar.           

Rabu, 04 September 2013

takaran susu formula bayi baru lahir

program pemberian ASI eksklusif untuk bayi baru lahir nampaknya belum bisa dilaksanakan secara 100%. Salah satu kendala yang paling umum adalah ASI dari putting susu ibu tidak bisa langsung keluar setelah si bayi lahir. Dalam selang waktu sejak Bayi lahir, kapan keluarnya susu ASI dari putting payudara si ibu itu bervariasi. Ada yang baru 1 hari keluar, tapi ada juga yang harus nunggu seminggu baru keluar ASI nya.

Tentu hal ini menjadi permasalahan yang krusial, dan solusinya adalah dengan memberikan susu formula pada rentang waktu tersebut. Menurut penelitian, menyusui sebenarnya adalah metode makan yang paling disenangi bayi pada bulan-bulan pertama, karena dengan menyusui akan mengalir energy kasih saying dari ibu ke buah hati mereka. Tetapi jika air ASI dari ibu belum keluar juga, maka sekali lagi pemberian susu formula pada sementara waktu menjadi solusi yang harus diambil.

Oleh karena itu takaran susu formula bayi baru lahir haruslah tepat dan sesuai. Mengacu pada rekomendasi American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition mengenai praktek pemberian makanan bayi selama enam bulan pertama, maka untuk usia 0-6 bulan, jumlah minum per 6 jam sekali adalah 3 - 4 kali, sehingga total 18-24 kali dalam sehari semalam.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengamatan saya sendiri, karena ada juga yang berpendapat bahwa anak yang baru lahir, jangan sekali-kali diberi minum susu formula, karena Ginjal bayi Anda tidak dapat menangani protein tinggi dan kandungan mineral baik sampai usia tersebut.

pengalaman mendidik anak cemerlang

Kondisi anak balita memang rawan terhadap penyakit. Ini terjadi karena imunitas seorang anak khususnya yang masih bayi belum sekuat orang dewasa. Untuk itulah sebagai orang tua harus selalu hati-hati

Ini adalah sedikit pengalaman dari kami, ketika itu kami membeli es sup buah pinggir jalan. Lalu kami minum sama istri. Saat itulah anak kami yang masih berusia 11 bulan merengek melihat kami minum es. Dengan spontan kami juga memberikan es sup kepadanya. Setelah itu selang malamnya anak kami menangis terus gak bisa tidur. Kami pun sempat begadang, karena dia rewel terus.

Setelah kami perhatikan ternyata hidungnya meler. Anak kami terkena flu !! Saat itu kami sadar bahwa ini mungkin efek setelah minum es siang tadi. Selain itu sepertinya si anak juga mulai merasa tidak enak bada. Si anak juga sulit untuk makan makan pada hari-hari berikutnya. kemudian kami berkunjung ke dokter. kami mengkonsultasikan permasalahan kesehatan anak kami. pesan-pesan dari dokter adalah sebagai berikut :
  1. Jangan ajari anak untuk jajan di pinggir jalan
  2. Atur jarak minum susu dan makan. waktu yang tepat untuk makan dan supaya si anak mau makan adalah saat makan bersama.
  3. Jarak makan dengan minum susu minimal 2 jam setelah minum susu
  4. Jangan biasakan memberi makan anak dengan keliling kampung
  5. Anak bayi jangan terlalu banyak digendong, karena ini mengajari anak malas untuk segera aktif bergerak. alasan lain adalah supaya saraf motoriknya segera aktif. biasanya anak yang terlalu banyak di gendong akan terlambat untuk jalan, dibandingkan anak yang sering dibiarkan. maksud dibiarkan disini adalah tetap dalam pengawasan orang tua.
Sejak saat itu kami mulai sadar bahwa kebiasaan dalam  mengasuh anak akan sangat mempengaruhi perilaku anak itu sendiri.itulah pengalaman mendidik anak cemerlang, yaitu buah hati kami sendiri, semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua pembaca blog ini. terimakasih terima kasih dan terima kasih

Minggu, 01 September 2013

Cara mendidik anak dalam mengenal lingkungan

Anak adalah amanah yang harus dijaga. Bagaimana perkembangan sisi fisik, mental dan spiritual si anak akan sangat tergantung pada bagaimana cara orang tua mendidik. Oleh karena itu kita sebagai orang tua haruslah berhati-hati. Sebagai orang tua, kita juga harus paham psikologis anak dalam rentang usia. Dibanyak penelitian telah diambil beberapa kesimpulan bahwa kesuksesan anak itu tidak hanya dipengaruhi oleh factor internal, namun juga eksternal. Ini meliputi bagaimana cara anak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Apalagi jika itu dilakukan pada usia golden age  atau usia emas / usia balita.

Salah satu bentuk pendidikan kepada si anak adalah dengan memberi contoh. Orang tua yang sering memberi contoh akan biasa lebih disegani oleh si anak, daripada orang tua yang sukanya omong doang, tanpa mempraktekkan apa yang telah dinasehatannya kepada si anak.

Anda bisa juga memberikan perhatian kepada si anak dalam segala hal, yang memang itu dibutuhkan oleh sang anak. Tetapi kuncinya janganlah terlalu berlebihan.mengapa begitu? Karena hal itu akan direkam dalam pikiran bawah sadar si anak. Akibatnya nanti si anak akan bisa terus meminta dari anda. Selain itu sebaiknya anda juga tidak membiarkan sang anak mengenal lingkungan tanpa anda mengetahuinya. Anda harus bisa selalu menjadi partner serta filter bagi anak anda dalam mengenal lingkungan.

Salah satu contohnya adalah, selalu dampingi anak anda ketika melihat televisi. Selalu beri pemahaman kepada mereka tentang dunia luar dari sudut pandang agama serta akhlak. Dengan melakukan hal-hal seperti itu, maka niscaya anak anda hanya merekam peristiwa-peristiwa di sekitarnya dari kacamata yang selalu baik positif. Apa dampaknya akan hal ini ? Anak bisa berkembang dengan baik, serta pasti juga akan lebih memahami makna-makna lingkungan yang positif. Ini sama juga dengan mengenalkan si anak pada hal-hal yang baik sejak dini. Apalagi pada usia golden age, maka apapun yang dialami si anak akan bisa terekam degan baik 100% pada pikiran bawah sadarnya. Sehingga sekali lagi, jangan beri dia masukan informasi-informasi negatif